Erawan Waterfalls

Penat dengan suasana kota, akhirnya saya putuskan untuk menjauh sejenak dari hiruk pikuk dan kesibukkan saya di Bangkok. Pilihannya jatuh kepada kota Kanchanaburi, tidak terlalu jauh dari Bangkok sekitar 2-3 jam perjalanan dengan mobil. Tapi saya sendiri lebih senang pergi dengan kereta api dari Stasiun Thonburi. Walaupun menjadi lebih lama, tetapi saya menikmati itu. Duduk di kereta tua dengan bangku terbuat dari kayu seakan membawa saya kembali ke masa lalu. Kanchanaburi sendiri banyak cerita atau sejarah di masa lalu yang cukup kelam. Di sana terkenal dengan jalur kereta api kematian, jalur itu dibangun oleh tentara Jepang dengan menerapkan sistem kerja paksa. Para pekerjanya berasal dari tentara sekutu yang disandera oleh Jepang

Tetapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai kota dan sejarah Kanchanaburi. Tempat yang saya tuju adalah Erawan National Park, di sana terkenal dengan keindahan air terjunnya. Di sana tersedia resort dan hotel, tetapi karena saya senang camping jadi saya memilih untuk berkemah di sana. Semua disediakan, jadi bagi yang tidak mau repot-repot membawa tenda dan perlengkapan lainnya bisa sewa di lokasi. Saya sendiri membawa semuanya dari Bangkok, karena cukup sering camping, jadi saya memiliki semua perlengkapan. Tenda, sleeping bag, perlengkapan masak, saya masukkan ke dalam sebuah tas ransel yang cukup besar.

Erawan Waterfalls dikenal sebagai tempat pemandian bagi para bidadari, jadi jangan kaget jika melihat banyak pakaian-pakaian perempuan saat anda mengunjungi Erawan. Di sana terdapat 7 tingkatan air terjun yang akan membuat anda terkesima. Saya sendiri telah mencapai air terjun yang ketujuh, cukup melelahkan bagi saya yang jarang berolahraga, tetapi selama perjalanan rasa lelah itu benar-benar terbayarkan. Saat memulainya dari yang pertama, kaki ini seakan tidak akan berhenti sebelum sampai ke tingkat yang paling akhir. Setiap tingkatan memiliki ciri khas yang berbeda, airnya biru jernih dan dipenuhi dengan ikan-ikan yang hidup bebas.

Perjalanan kali ini mengingatkan saya tentang peribahasa latin "Vita est Militia", yang artinya hidup adalah perjuangan. Untuk mencapai air terjun yang terakhir memang penuh perjuangan, tetapi apa yang kita dapatkan akan selalu sesuai dengan apa yang kita perjuangkan. (AHG)